Bulan puasa sering kali menjadi momen untuk memperbaiki diri, baik secara spiritual maupun fisik. Namun, tidak sedikit orang yang merasa ragu untuk tetap berolahraga saat berpuasa. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: olahraga saat puasa sebaiknya kapan? Apakah sebelum berbuka? Setelah berbuka? Atau justru setelah sahur?
Pertanyaan ini sangat penting karena saat berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12–14 jam. Jika salah memilih waktu dan jenis olahraga, tubuh bisa menjadi lemas, dehidrasi, bahkan berisiko cedera. Sebaliknya, jika dilakukan dengan tepat, olahraga saat puasa justru bisa membantu menjaga kebugaran, mempercepat metabolisme, dan mempertahankan massa otot.
Artikel ini akan membahas secara lengkap waktu terbaik untuk olahraga saat puasa, manfaatnya, risiko yang perlu diwaspadai, serta tips aman agar tubuh tetap bugar sepanjang bulan Ramadan.
Mengapa Tetap Perlu Olahraga Saat Puasa?
Banyak orang memilih berhenti olahraga selama bulan puasa dengan alasan takut lemas. Padahal, menghentikan aktivitas fisik secara total justru bisa membuat tubuh terasa lebih tidak bugar.
Beberapa manfaat olahraga saat puasa antara lain:
-
Menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh
Tubuh yang tetap aktif akan mempertahankan stamina dan kekuatan otot. -
Membantu menjaga berat badan ideal
Pola makan saat puasa yang berubah drastis terkadang membuat berat badan naik. Olahraga membantu menjaga keseimbangan kalori. -
Meningkatkan kualitas tidur
Aktivitas fisik yang cukup membantu tubuh lebih rileks sehingga tidur lebih nyenyak. -
Mengontrol kadar gula darah
Olahraga ringan membantu tubuh mengelola kadar gula dengan lebih stabil. -
Menjaga kesehatan mental
Aktivitas fisik dapat meningkatkan hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih baik.
Namun, kunci utamanya adalah memilih waktu dan intensitas yang tepat.
Olahraga Saat Puasa Sebaiknya Kapan?

Secara umum, ada tiga waktu yang sering direkomendasikan untuk berolahraga saat puasa:
1. Sebelum Berbuka Puasa (30–60 Menit Menjelang Maghrib)
Ini adalah waktu yang paling populer dan banyak dipilih. Biasanya dilakukan sekitar 30 hingga 60 menit sebelum berbuka.
Keuntungan:
-
Jika merasa lemas, kamu hanya perlu menunggu sebentar untuk berbuka.
-
Setelah olahraga, tubuh bisa langsung mendapatkan asupan cairan dan nutrisi.
-
Cocok untuk olahraga ringan hingga sedang seperti jalan cepat, yoga, atau latihan beban ringan.
Risiko:
-
Tubuh sudah berada dalam kondisi energi rendah.
-
Risiko dehidrasi lebih tinggi jika dilakukan terlalu lama atau terlalu berat.
Tips aman:
-
Batasi durasi 30–45 menit.
-
Hindari olahraga intensitas tinggi.
-
Segera minum air putih dan konsumsi makanan bergizi saat berbuka.
Waktu ini cocok untuk kamu yang ingin menjaga berat badan atau tetap aktif tanpa terlalu membebani tubuh.
2. Setelah Berbuka Puasa (1–2 Jam Setelah Makan)
Banyak ahli kebugaran menyarankan olahraga setelah berbuka karena tubuh sudah mendapatkan energi.
Keuntungan:
-
Tubuh memiliki energi dan cairan yang cukup.
-
Bisa melakukan olahraga dengan intensitas lebih tinggi.
-
Risiko pusing dan lemas lebih rendah.
Risiko:
-
Jika terlalu dekat dengan waktu makan, bisa menyebabkan mual atau gangguan pencernaan.
Tips aman:
-
Beri jeda minimal 1–2 jam setelah makan berat.
-
Awali dengan pemanasan yang cukup.
-
Jangan langsung melakukan latihan intensitas tinggi tanpa adaptasi.
Waktu ini sangat cocok untuk latihan seperti:
-
Gym atau angkat beban
-
HIIT ringan
-
Lari
-
Bersepeda
Jika tujuanmu adalah membangun massa otot atau meningkatkan performa, waktu setelah berbuka adalah pilihan terbaik.
3. Setelah Sahur
Beberapa orang memilih berolahraga setelah sahur, sebelum memulai aktivitas harian.
Keuntungan:
-
Tubuh masih memiliki energi dari makanan sahur.
-
Tidak perlu menunggu waktu berbuka untuk rehidrasi karena belum terlalu lama berpuasa.
Risiko:
-
Jika terlalu intens, bisa membuat tubuh cepat lelah sepanjang hari.
-
Waktu biasanya terbatas karena mendekati waktu imsak atau subuh.
Tips aman:
-
Pilih olahraga ringan seperti stretching atau yoga.
-
Jangan melakukan latihan berat.
-
Pastikan tetap tidur cukup setelahnya jika memungkinkan.
Waktu ini cocok untuk kamu yang memiliki jadwal padat di sore atau malam hari.
Baca Juga: Self Care Kecantikan Rutinitas Sederhana dengan Dampak Besar
Mana Waktu Terbaik?
Jawabannya tergantung pada tujuan dan kondisi tubuh masing-masing.
-
Jika ingin membakar lemak → Sebelum berbuka bisa menjadi pilihan.
-
Jika ingin menjaga atau meningkatkan massa otot → Setelah berbuka lebih ideal.
-
Jika ingin olahraga ringan untuk menjaga kebugaran → Setelah sahur bisa dipertimbangkan.
Yang terpenting adalah mendengarkan sinyal tubuh. Jika merasa pusing, mual, atau sangat lemas, segera hentikan aktivitas.
Jenis Olahraga yang Aman Saat Puasa
Tidak semua jenis olahraga cocok dilakukan saat berpuasa. Berikut rekomendasinya:
Olahraga Ringan
-
Jalan santai
-
Yoga
-
Stretching
-
Pilates ringan
Olahraga Intensitas Sedang
-
Jogging ringan
-
Bersepeda santai
-
Latihan beban ringan
Olahraga yang Sebaiknya Dihindari
-
HIIT intensitas tinggi sebelum berbuka
-
Lari jarak jauh di bawah terik matahari
-
Angkat beban sangat berat dalam kondisi perut kosong
Intensitas harus disesuaikan. Jangan memaksakan diri hanya karena ingin mempertahankan performa seperti hari biasa.
Tips Aman Berolahraga Saat Puasa

Agar olahraga tetap aman dan bermanfaat selama bulan puasa, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Perhatikan Asupan Saat Sahur dan Berbuka
Konsumsi makanan seimbang yang mengandung:
-
Karbohidrat kompleks
-
Protein
-
Lemak sehat
-
Serat
-
Cairan yang cukup
Hindari makanan terlalu manis atau terlalu berminyak karena bisa membuat tubuh cepat lemas.
2. Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur. Gunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur).
3. Kurangi Intensitas
Puasa bukan waktu untuk memecahkan rekor pribadi. Fokus pada menjaga kebugaran, bukan meningkatkan performa ekstrem.
4. Perhatikan Tanda Bahaya
Hentikan olahraga jika mengalami:
-
Pusing berlebihan
-
Penglihatan kabur
-
Jantung berdebar tidak normal
-
Nyeri dada
-
Keringat dingin
Keselamatan selalu lebih utama.
5. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dapat memperburuk kondisi tubuh saat puasa. Pastikan tetap mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas.
Apakah Olahraga Saat Puasa Bisa Membakar Lemak Lebih Banyak?
Banyak yang percaya bahwa olahraga dalam kondisi perut kosong dapat meningkatkan pembakaran lemak. Secara teori, ketika kadar gula darah rendah, tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.
Namun, perlu diingat bahwa:
-
Jika terlalu intens, tubuh bisa memecah otot sebagai energi.
-
Tanpa asupan protein yang cukup, massa otot bisa berkurang.
Karena itu, penting menjaga keseimbangan antara olahraga dan nutrisi.
Kesalahan Umum Saat Olahraga di Bulan Puasa
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan antara lain:
-
Tetap berolahraga dengan intensitas tinggi seperti hari biasa.
-
Tidak melakukan pemanasan dan pendinginan.
-
Kurang minum saat berbuka.
-
Makan berlebihan setelah olahraga.
-
Mengabaikan sinyal tubuh.
Menghindari kesalahan ini akan membantu tubuh tetap sehat sepanjang bulan puasa.
Kesimpulan
Jadi, olahraga saat puasa sebaiknya kapan? Jawabannya tergantung pada tujuan dan kondisi masing-masing individu. Namun secara umum:
-
Sebelum berbuka cocok untuk olahraga ringan dan pembakaran lemak.
-
Setelah berbuka ideal untuk latihan lebih intens dan pembentukan otot.
-
Setelah sahur sesuai untuk aktivitas ringan agar tubuh tetap aktif.
Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, asupan nutrisi, hidrasi, dan istirahat. Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak, tetapi juga bukan waktu untuk memaksakan diri.
Dengan strategi yang tepat, olahraga saat puasa justru bisa membuat tubuh lebih sehat, bugar, dan tetap produktif sepanjang bulan Ramadan.
Semoga artikel ini membantu kamu menentukan waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa dan tetap jaga kesehatan!
