Panduan Memilih Sunscreen untuk Anak Muda yang Baru Mulai Skincarean

Memulai rutinitas skincare sering kali terasa membingungkan. Ada begitu banyak produk yang ditawarkan, mulai dari facial wash, toner, serum, moisturizer, hingga berbagai jenis masker. Namun, jika harus memilih satu produk yang paling penting untuk digunakan setiap hari, jawabannya adalah sunscreen.

Sayangnya, masih banyak anak muda yang menganggap sunscreen hanya diperlukan saat pergi ke pantai atau ketika cuaca sedang terik. Padahal, paparan sinar matahari tetap mengenai kulit meskipun cuaca mendung, berada di dalam kendaraan, atau beraktivitas di luar ruangan dalam waktu singkat. Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mencegah berbagai masalah kulit di masa depan.

Bagi kamu yang baru mulai skincarean, berikut ini adalah panduan memilih sunscreen agar tidak salah beli dan sesuai dengan kebutuhan kulit.

Mengapa Sunscreen Sangat Penting?

Sinar matahari memancarkan dua jenis sinar ultraviolet yang paling berpengaruh terhadap kulit, yaitu UVA dan UVB.

Sinar UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dan berkontribusi terhadap munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan, flek hitam, serta kulit yang kehilangan elastisitas. Sementara itu, sinar UVB lebih banyak menyebabkan kulit terbakar, kemerahan, hingga meningkatkan risiko kerusakan kulit apabila terpapar secara berlebihan.

Dengan menggunakan sunscreen setiap hari, kulit mendapatkan perlindungan dari kedua jenis sinar tersebut sehingga risiko kerusakan kulit dapat dikurangi.

Kenali Arti SPF dan PA

Saat memilih sunscreen, kamu pasti sering melihat tulisan seperti SPF 30 PA+++ atau SPF 50 PA++++. Banyak orang mengira semakin tinggi angkanya maka semakin baik, padahal tidak selalu demikian.

SPF (Sun Protection Factor)

SPF menunjukkan kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit dari sinar UVB.

Sebagai gambaran:

  • SPF 15 menyaring sekitar 93% sinar UVB.
  • SPF 30 menyaring sekitar 97% sinar UVB.
  • SPF 50 menyaring sekitar 98% sinar UVB.

Perbedaannya memang ada, tetapi tidak terlalu jauh. Untuk penggunaan sehari-hari, SPF 30 sebenarnya sudah cukup bagi sebagian besar orang. Jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan, SPF 50 bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

PA

PA menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UVA.

Semakin banyak tanda “+” setelah PA, semakin tinggi perlindungannya.

  • PA+
  • PA++
  • PA+++
  • PA++++

Untuk iklim tropis seperti Indonesia, sebaiknya pilih sunscreen dengan minimal PA+++.

Pilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit

panduan memilih sunscreen seusai jenis kulit

Tidak semua sunscreen cocok untuk semua orang. Mengenali jenis kulit akan mempermudah dalam memilih produk yang nyaman digunakan.

1. Kulit Berminyak

Jika wajah mudah mengilap beberapa jam setelah mencuci muka, kemungkinan kamu memiliki kulit berminyak.

Pilih sunscreen dengan karakteristik berikut:

  • Bertekstur gel atau fluid.
  • Oil-free.
  • Non-comedogenic.
  • Finish matte atau semi-matte.

Jenis sunscreen ini biasanya terasa lebih ringan sehingga tidak membuat wajah semakin berminyak.

2. Kulit Kering

Kulit kering sering terasa tertarik setelah mencuci wajah dan terkadang terlihat bersisik.

Pilih sunscreen yang mengandung bahan pelembap seperti:

  • Hyaluronic Acid
  • Glycerin
  • Ceramide
  • Squalane

Tekstur cream biasanya lebih nyaman untuk kulit kering dibandingkan gel.

3. Kulit Kombinasi

Kulit kombinasi memiliki area T-zone yang berminyak tetapi pipi cenderung normal atau kering.

Sunscreen dengan tekstur lotion ringan biasanya menjadi pilihan paling aman karena dapat menyeimbangkan kenyamanan di seluruh area wajah.

4. Kulit Sensitif

Kulit sensitif lebih mudah mengalami kemerahan atau iritasi.

Pilih sunscreen yang:

  • Bebas alkohol berlebihan.
  • Bebas pewangi jika memungkinkan.
  • Mengandung bahan yang menenangkan kulit.
  • Sudah teruji secara dermatologis.

Jika baru pertama kali mencoba produk, lakukan patch test terlebih dahulu pada sebagian kecil kulit.

Perbedaan Sunscreen Chemical dan Physical

Saat membaca deskripsi produk, kamu mungkin menemukan istilah chemical sunscreen dan physical sunscreen.

Chemical Sunscreen

Chemical sunscreen bekerja dengan menyerap sinar UV sebelum merusak kulit.

Kelebihannya:

  • Ringan.
  • Mudah menyerap.
  • Tidak meninggalkan white cast.
  • Nyaman dipakai di bawah makeup.

Namun, pada sebagian orang dengan kulit sensitif, beberapa kandungannya dapat memicu iritasi.

Physical Sunscreen

Physical sunscreen bekerja dengan memantulkan sebagian sinar UV dari permukaan kulit.

Biasanya mengandung:

  • Zinc Oxide
  • Titanium Dioxide

Kelebihannya:

  • Cocok untuk kulit sensitif.
  • Perlindungan bekerja segera setelah diaplikasikan.

Kekurangannya:

  • Kadang meninggalkan white cast.
  • Teksturnya lebih tebal dibanding chemical sunscreen.

Saat ini juga tersedia sunscreen hybrid yang menggabungkan kedua teknologi tersebut sehingga menawarkan perlindungan yang lebih optimal sekaligus nyaman digunakan.

Baca Juga: Sunscreen Chemical vs Physical, Mana Lebih Cocok?

Jangan Terpaku pada Harga

Banyak yang mengira sunscreen mahal pasti lebih bagus. Faktanya, sunscreen yang terbaik adalah sunscreen yang:

  • Cocok dengan kulitmu.
  • Nyaman dipakai setiap hari.
  • Tidak menyebabkan jerawat atau iritasi.
  • Memberikan perlindungan yang memadai.

Lebih baik menggunakan sunscreen yang harganya terjangkau tetapi rutin dipakai daripada membeli produk mahal namun akhirnya jarang digunakan.

Perhatikan Kandungan Tambahan

Selain melindungi dari sinar matahari, beberapa sunscreen juga memiliki manfaat tambahan.

Misalnya:

  • Niacinamide untuk membantu meratakan warna kulit.
  • Centella Asiatica untuk menenangkan kulit.
  • Vitamin E sebagai antioksidan.
  • Ceramide untuk memperbaiki skin barrier.

Kandungan tambahan ini dapat menjadi nilai plus, terutama bagi pemula yang ingin mendapatkan manfaat lebih dari satu produk.

Cara Menggunakan Sunscreen yang Benar

Cara Menggunakan Sunscreen yang Benar

Memiliki sunscreen yang bagus tidak akan maksimal jika cara pemakaiannya kurang tepat.

Berikut langkah yang benar:

  1. Cuci wajah terlebih dahulu.
  2. Gunakan moisturizer jika diperlukan.
  3. Aplikasikan sunscreen sebagai langkah terakhir skincare pagi.
  4. Tunggu beberapa menit sebelum menggunakan makeup.

Jumlah sunscreen juga harus cukup. Untuk wajah dan leher, gunakan sekitar dua ruas jari agar perlindungan sesuai dengan yang tertera pada kemasan.

Jangan Lupa Reapply

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah hanya memakai sunscreen sekali di pagi hari.

Padahal, efektivitas sunscreen akan berkurang seiring waktu, terutama jika:

  • Berkeringat.
  • Beraktivitas di luar ruangan.
  • Terpapar sinar matahari langsung.
  • Sering menyentuh wajah.

Idealnya, sunscreen diaplikasikan ulang setiap dua hingga tiga jam saat berada di luar ruangan.

Saat menggunakan makeup, kamu dapat memilih sunscreen spray, sunscreen stick, atau cushion dengan SPF sebagai solusi praktis untuk touch-up. Namun, sunscreen cair tetap menjadi pilihan utama untuk perlindungan yang optimal.

Baca Juga: Jasa Maklon Sunscreen Formula Berkualitas BPOM Siap Edar

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Beberapa kebiasaan berikut sering membuat sunscreen tidak bekerja secara maksimal:

  • Menggunakan terlalu sedikit produk.
  • Hanya mengoleskan pada wajah tanpa leher.
  • Tidak mengaplikasikan ulang.
  • Baru memakai sunscreen saat matahari sudah terik.
  • Tidak memakai sunscreen saat cuaca mendung.
  • Beranggapan sunscreen tidak diperlukan jika hanya berada di dalam rumah.

Padahal, sinar UVA masih dapat masuk melalui kaca jendela sehingga penggunaan sunscreen tetap dianjurkan, terutama jika ruangan mendapatkan banyak cahaya matahari.

Tips Memilih Sunscreen Pertama

Jika ini adalah sunscreen pertamamu, pilih produk dengan kriteria berikut:

  • SPF minimal 30.
  • PA+++ atau PA++++.
  • Tekstur ringan.
  • Mudah dibaurkan.
  • Tidak lengket.
  • Cocok dengan jenis kulit.
  • Memiliki label non-comedogenic jika kulit mudah berjerawat.

Setelah menemukan produk yang nyaman digunakan, pertahankan pemakaian secara rutin sebelum mencoba produk lain.

Penutup

Memulai skincare tidak harus rumit ataupun mahal. Bahkan, jika hanya memiliki tiga produk dasar yaitu pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen, kamu sudah memiliki fondasi skincare yang baik.

Sunscreen bukan sekadar pelengkap, melainkan langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari dampak buruk sinar matahari. Dengan memilih sunscreen yang sesuai jenis kulit, memiliki SPF dan PA yang tepat, serta menggunakannya secara rutin dan dalam jumlah yang cukup, kulit akan lebih terlindungi dari risiko penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga kerusakan akibat paparan sinar UV.

Ingat, hasil skincare bukan hanya ditentukan oleh banyaknya produk yang digunakan, tetapi juga oleh konsistensi. Jadi, jadikan sunscreen sebagai kebiasaan harian agar kulit tetap sehat, terawat, dan terlindungi setiap hari.