Ubi ungu merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang cukup populer di Indonesia. Selain memiliki warna ungu yang menarik, bahan makanan ini juga dikenal kaya akan zat gizi dan senyawa antioksidan. Ubi ungu dapat diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari ubi kukus, kolak, kue, puding, hingga campuran minuman.
Warna ungu pada ubi bukan sekadar memberikan tampilan yang menarik. Warna tersebut berasal dari antosianin, yaitu kelompok pigmen alami yang memiliki aktivitas antioksidan. Karena kandungan tersebut, ubi ungu sering dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.
Meski demikian, mengonsumsi ubi ungu tetap perlu dilakukan secara bijak. Cara pengolahan, jumlah konsumsi, serta kondisi kesehatan seseorang dapat memengaruhi manfaat maupun efek yang dirasakan. Lantas, apa saja khasiat ubi ungu bagi kesehatan dan apakah ada efek sampingnya?
Kandungan Nutrisi Ubi Ungu
Sebelum membahas manfaatnya, penting untuk mengetahui kandungan nutrisi yang terdapat dalam ubi ungu. Secara umum, ubi ungu mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.
Selain karbohidrat, ubi ungu juga mengandung serat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa antioksidan. Kandungan nutrisinya dapat berbeda tergantung varietas, ukuran, tingkat kematangan, dan cara pengolahan.
Beberapa komponen yang terdapat dalam ubi ungu antara lain:
- Karbohidrat sebagai sumber energi.
- Serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan.
- Vitamin C dan sejumlah vitamin lainnya.
- Kalium dan mineral lainnya.
- Antosianin sebagai antioksidan.
- Senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan.
Kombinasi berbagai zat tersebut membuat ubi ungu dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang.
8 Khasiat Ubi Ungu bagi Kesehatan Tubuh

1. Kaya Antioksidan untuk Melindungi Sel Tubuh
Salah satu khasiat ubi ungu yang paling banyak mendapat perhatian adalah kandungan antosianinnya. Senyawa ini termasuk antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Radikal bebas terbentuk secara alami dalam tubuh dan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. Jika jumlahnya berlebihan, kondisi tersebut dapat menyebabkan stres oksidatif.
Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, termasuk ubi ungu, dapat membantu melengkapi asupan antioksidan dari makanan. Namun, ubi ungu bukanlah obat untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh stres oksidatif.
2. Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan
Ubi ungu mengandung serat yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Serat membantu meningkatkan volume feses dan mendukung proses buang air besar agar lebih teratur.
Asupan serat yang cukup juga dapat mendukung pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik di dalam usus. Karena itu, ubi ungu dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat yang dikombinasikan dengan sayuran, buah, protein, dan makanan berserat lainnya.
Agar manfaat serat lebih optimal, konsumsi ubi ungu sebaiknya disertai dengan minum air yang cukup.
3. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Meskipun ubi ungu mengandung karbohidrat, kandungan seratnya dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Hal ini dapat membantu membuat peningkatan gula darah tidak berlangsung terlalu cepat dibandingkan makanan yang tinggi gula sederhana.
Namun, bukan berarti ubi ungu bebas dikonsumsi tanpa memperhatikan porsinya. Bagi penderita diabetes atau orang yang sedang mengontrol gula darah, jumlah karbohidrat secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.
Cara memasak juga berpengaruh. Ubi ungu yang dikukus atau direbus tanpa tambahan gula umumnya merupakan pilihan yang lebih baik daripada ubi ungu yang diolah menjadi makanan tinggi gula.
4. Mendukung Kesehatan Jantung
Ubi ungu mengandung kalium dan senyawa antioksidan yang dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Kalium berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung fungsi normal otot serta sistem saraf. Sementara itu, pola makan yang kaya buah, sayuran, dan sumber antioksidan dapat membantu mendukung kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
Meski demikian, konsumsi ubi ungu tidak dapat menggantikan pengobatan atau pola hidup sehat untuk mencegah maupun menangani penyakit jantung.
5. Membantu Menjaga Berat Badan
Ubi ungu dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat yang mengenyangkan karena mengandung serat. Rasa kenyang yang lebih lama dapat membantu seseorang mengatur porsi makan dan mengurangi keinginan untuk terlalu sering mengonsumsi camilan.
Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada cara pengolahannya.
Ubi ungu kukus atau rebus tentu berbeda dengan ubi ungu yang diolah menjadi gorengan, kue dengan banyak gula, atau makanan yang menggunakan santan dalam jumlah besar. Tambahan bahan tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori secara signifikan.
Jadi, jika ingin memanfaatkan ubi ungu sebagai bagian dari pola makan untuk menjaga berat badan, pilih metode pengolahan yang sederhana.
6. Mendukung Fungsi Sistem Kekebalan Tubuh
Ubi ungu mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh, termasuk vitamin dan senyawa antioksidan. Nutrisi tersebut dapat membantu mendukung fungsi tubuh secara umum, termasuk sistem kekebalan.
Vitamin C, misalnya, berperan dalam fungsi sistem imun dan perlindungan sel. Namun, sistem kekebalan tubuh tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan.
Tidur yang cukup, aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta konsumsi makanan bergizi seimbang tetap menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
7. Berpotensi Mendukung Kesehatan Otak
Antosianin dalam ubi ungu juga menjadi perhatian dalam penelitian terkait kesehatan otak. Senyawa antioksidan tersebut berpotensi membantu melindungi sel dari stres oksidatif.
Beberapa penelitian mengenai makanan yang kaya antosianin menunjukkan potensi manfaat terhadap fungsi kognitif. Namun, bukti yang tersedia belum berarti bahwa mengonsumsi ubi ungu secara langsung dapat mencegah penyakit neurodegeneratif.
Karena itu, ubi ungu sebaiknya dipandang sebagai salah satu komponen dari pola makan sehat, bukan sebagai makanan yang dapat memberikan perlindungan tunggal terhadap penyakit tertentu.
8. Menjadi Sumber Energi untuk Aktivitas Sehari-hari
Sebagai sumber karbohidrat, ubi ungu dapat memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian digunakan tubuh sebagai sumber energi. Ubi ungu dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat selain nasi, kentang, jagung, atau jenis umbi lainnya.
Agar asupan nutrisi lebih seimbang, ubi ungu sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein, sayuran, dan lemak sehat.
Baca Juga: Makan Ubi untuk Diet? Inilah Jenis Ubi yang Cocok untuk Diet
Efek Samping Ubi Ungu yang Perlu Diperhatikan
Pada umumnya, ubi ungu aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan atau kondisi tertentu dapat menimbulkan beberapa keluhan.
1. Menyebabkan Perut Kembung
Kandungan serat pada ubi ungu dapat menyebabkan perut kembung, bergas, atau rasa tidak nyaman pada sebagian orang, terutama jika tubuh belum terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat.
Untuk menguranginya, tingkatkan konsumsi serat secara bertahap dan pastikan kebutuhan cairan tercukupi.
2. Dapat Menimbulkan Gangguan Pencernaan
Mengonsumsi ubi ungu dalam jumlah terlalu banyak sekaligus dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Gejalanya dapat berupa kembung, begah, atau perubahan frekuensi buang air besar.
Porsi yang wajar biasanya lebih mudah ditoleransi dibandingkan konsumsi dalam jumlah besar.
3. Tetap Mengandung Karbohidrat
Ubi ungu sering dianggap sebagai makanan yang sangat sehat sehingga terkadang dikonsumsi tanpa memperhatikan porsinya. Padahal, ubi ungu tetap mengandung karbohidrat.
Orang yang perlu mengontrol asupan karbohidrat, termasuk penderita diabetes, sebaiknya memperhatikan porsi dan mengombinasikannya dengan sumber protein serta sayuran.
4. Cara Pengolahan Dapat Menambah Kalori
Efek terhadap kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ubi ungunya, tetapi juga cara mengolahnya. Ubi kukus tentu berbeda dengan ubi goreng atau makanan berbahan ubi yang ditambahkan banyak gula.
Jika tujuan utamanya mendapatkan manfaat nutrisi ubi ungu, metode seperti mengukus atau merebus dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Tips Sehat Mengonsumsi Ubi Ungu

Agar manfaat ubi ungu dapat diperoleh secara optimal, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan.
Pertama, pilih ubi yang masih segar dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Kedua, cuci ubi hingga bersih sebelum diolah. Ketiga, pilih metode memasak yang tidak membutuhkan banyak minyak atau gula.
Ubi ungu juga dapat dijadikan pengganti sebagian sumber karbohidrat dalam menu harian. Misalnya, ubi kukus dapat dipadukan dengan telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan sayuran.
Selain itu, jangan hanya mengandalkan ubi ungu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Variasikan makanan dengan buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sumber protein lainnya.
Kesimpulan
Khasiat ubi ungu bagi kesehatan tubuh terutama berasal dari kandungan serat, vitamin, mineral, serta antioksidan seperti antosianin. Konsumsi ubi ungu sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan, menyediakan energi, melengkapi asupan antioksidan, serta mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Meski memiliki banyak manfaat, ubi ungu tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kembung atau gangguan pencernaan pada sebagian orang, sedangkan tambahan gula dan minyak dalam proses pengolahan dapat meningkatkan jumlah kalori.
Dengan memilih ubi ungu yang segar, mengolahnya secara sederhana, dan memperhatikan porsinya, makanan ini dapat menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat yang lezat sekaligus bergizi. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau perlu mengatur asupan karbohidrat secara khusus, konsultasikan pola makan dengan dokter atau ahli gizi agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.
