Tren grooming pria terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran untuk menjaga penampilan. Kini, menata rambut bukan hanya tentang terlihat rapi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan cara mengekspresikan diri. Salah satu produk yang banyak digunakan untuk menunjang penampilan tersebut adalah pomade.
Pomade merupakan produk penata rambut yang membantu membentuk, merapikan, dan mempertahankan gaya rambut sesuai kebutuhan. Mulai dari tampilan klasik yang klimis hingga gaya modern dengan tekstur natural, setiap jenis pomade menawarkan karakteristik yang berbeda.
Bagi pelaku usaha yang ingin membangun brand grooming pria, mengenal berbagai jenis pomade bisa menjadi langkah awal untuk menemukan ide produk yang menarik. Dengan memahami karakteristik produk dan kebutuhan target konsumen, Anda dapat mengembangkan pomade yang memiliki nilai jual sekaligus pembeda di pasar.
Lantas, apa saja jenis pomade pria yang bisa menjadi inspirasi bisnis grooming? Simak tujuh pilihan berikut ini!

1. Oil-Based Pomade untuk Tampilan Klasik
Oil-based pomade merupakan jenis pomade yang menggunakan bahan berbasis minyak sebagai bagian penting dari formulanya. Produk ini dikenal dengan hasil akhir yang cenderung mengilap dan kemampuan mempertahankan bentuk rambut dalam waktu lama, tergantung pada formulasi yang digunakan.
Jenis pomade ini cocok untuk pria yang menyukai gaya rambut klasik, seperti slick back, pompadour, dan side part. Hasil akhirnya memberikan kesan rapi, elegan, dan terinspirasi dari gaya grooming pria era klasik.
Salah satu karakteristik oil-based pomade adalah proses pembersihannya yang cenderung lebih sulit dibandingkan pomade berbasis air. Hal ini karena kandungan minyaknya tidak selalu mudah terangkat hanya dengan sekali keramas.
Untuk inspirasi bisnis, oil-based pomade dapat dikembangkan sebagai produk premium dengan aroma maskulin, tekstur yang mudah diaplikasikan, dan kemasan bergaya klasik. Konsep tersebut bisa menarik konsumen yang menyukai gaya rambut tradisional dan tampilan yang terstruktur.
2. Water-Based Pomade yang Praktis untuk Sehari-hari
Jika oil-based pomade identik dengan gaya klasik, water-based pomade menawarkan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari. Pomade jenis ini diformulasikan dengan air sebagai komponen utama fase cairnya sehingga umumnya lebih mudah dibersihkan menggunakan air dan sampo.
Water-based pomade tersedia dalam berbagai tingkat daya tahan atau hold, mulai dari ringan hingga kuat. Hasil akhirnya juga bervariasi, mulai dari tampilan natural hingga mengilap.
Produk ini cocok untuk pria yang memiliki aktivitas padat dan ingin menata rambut tanpa proses pembersihan yang merepotkan. Water-based pomade juga dapat digunakan untuk berbagai gaya rambut, seperti side part, quiff, dan slick back.
Dari sisi pengembangan produk, Anda bisa menghadirkan pomade dengan tekstur yang mudah diratakan, tidak terasa terlalu lengket, dan mudah dibersihkan. Pilihan aroma segar serta kemasan praktis juga dapat menjadi nilai tambah.
Karena mengutamakan kemudahan penggunaan, water-based pomade berpotensi menjadi produk utama bagi brand grooming yang menyasar konsumen modern.
3. Matte Pomade untuk Gaya Rambut Natural
Tidak semua pria menyukai rambut yang terlihat basah atau mengilap. Sebagian justru memilih tampilan natural dengan tekstur rambut yang lebih terlihat. Untuk kebutuhan tersebut, matte pomade bisa menjadi pilihan.
Matte pomade memberikan hasil akhir minim kilau atau matte. Produk ini membantu membentuk rambut tanpa memberikan kesan terlalu klimis sehingga cocok untuk gaya rambut modern yang terlihat santai.
Jenis pomade ini dapat digunakan untuk menciptakan gaya textured crop, messy hair, maupun quiff dengan tekstur natural. Hasil akhirnya bergantung pada formula, jumlah produk yang digunakan, dan karakteristik rambut.
Dari sisi bisnis, matte pomade menarik untuk dikembangkan sebagai produk grooming bagi pria yang mengutamakan tampilan kasual. Anda bisa mempertimbangkan formula yang ringan, mudah diratakan, dan tidak membuat rambut terasa berat.
Kemasan minimalis dengan desain modern dapat memperkuat citra produk. Selain itu, edukasi cara penggunaan melalui media sosial bisa membantu konsumen memahami cara mendapatkan hasil rambut yang natural.
4. Clay Pomade untuk Tekstur dan Volume Rambut
Clay pomade merupakan produk penata rambut yang menggunakan bahan berbasis clay atau tanah liat kosmetik sebagai salah satu komponen formulanya. Produk ini umumnya dikenal karena mampu memberikan tekstur dan hasil akhir matte, meskipun karakteristiknya tetap bergantung pada komposisi produk.
Clay pomade cocok bagi pria yang ingin menciptakan gaya rambut bervolume dan bertekstur. Produk ini sering digunakan untuk gaya textured quiff, messy hairstyle, dan potongan rambut pendek yang membutuhkan definisi.
Dibandingkan pomade dengan hasil akhir mengilap, clay pomade biasanya lebih menonjolkan tekstur alami rambut. Namun, tingkat daya tahan dan kemudahan pengaplikasiannya dapat berbeda antara satu formula dan formula lainnya.
Bagi pemilik brand grooming, clay pomade dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan produk dengan daya tahan kuat dan hasil akhir natural. Pertimbangkan pula kemudahan produk diratakan, kenyamanan saat digunakan, dan kemudahan membersihkannya.
Produk ini dapat menyasar konsumen yang menginginkan tampilan modern tanpa efek rambut yang terlalu berminyak.
5. Cream Pomade untuk Rambut Lebih Fleksibel
Cream pomade memiliki tekstur menyerupai krim sehingga cenderung mudah diratakan pada rambut. Jenis ini bisa menjadi pilihan bagi pria yang menginginkan hasil penataan lebih fleksibel tanpa sensasi pomade yang terlalu berat.
Cream pomade umumnya cocok untuk menciptakan gaya rambut yang rapi tetapi tetap terlihat natural. Produk ini juga dapat membantu mengatur rambut yang sulit ditata, tergantung pada tingkat daya tahan dan karakteristik formulanya.
Dibandingkan produk dengan tekstur yang lebih padat, cream pomade berpotensi memberikan pengalaman penggunaan yang lebih ringan. Meski demikian, hasil akhirnya bisa berbeda-beda, mulai dari natural hingga sedikit mengilap.
Untuk pengembangan brand, cream pomade dapat diposisikan sebagai produk praktis bagi pria yang baru mulai menggunakan produk penata rambut.
Anda dapat mempertimbangkan kemasan tube atau pot sesuai viskositas produk dan konsep merek. Informasi mengenai cara penggunaan dan jumlah produk yang disarankan juga dapat membantu konsumen memperoleh hasil penataan yang optimal.
6. Fiber Pomade untuk Gaya Rambut Bertekstur
Fiber pomade merupakan produk penata rambut yang dirancang untuk membantu membentuk tekstur sekaligus memberikan daya tahan. Formulanya dapat memiliki karakteristik berserat atau elastis saat diratakan, tergantung bahan yang digunakan.
Jenis pomade ini cocok untuk pria yang ingin membentuk gaya rambut bertekstur dengan definisi yang jelas. Fiber pomade dapat digunakan untuk rambut pendek hingga sedang, terutama ketika pengguna ingin mempertahankan bentuk rambut tanpa harus membuatnya terlihat terlalu kaku.
Salah satu hal yang dapat diperhatikan saat mengembangkan fiber pomade adalah keseimbangan antara daya tahan, fleksibilitas, dan kemudahan aplikasi. Produk yang terlalu sulit diratakan bisa mengurangi kenyamanan penggunaan.
Dari perspektif bisnis, fiber pomade dapat menjadi produk khusus untuk konsumen yang gemar bereksperimen dengan gaya rambut. Brand bisa menonjolkan karakter produk berdasarkan hasil akhir, tingkat daya tahan, dan tekstur yang ditawarkan.
7. Hybrid Pomade untuk Kebutuhan Grooming Modern
Hybrid pomade merupakan inspirasi produk yang menggabungkan karakteristik tertentu dari beberapa jenis produk penata rambut. Misalnya, formula yang dirancang untuk memberikan daya tahan kuat dengan hasil akhir natural atau produk yang memiliki kilau ringan tetapi tetap mudah dibersihkan.
Konsep hybrid memberikan ruang bagi brand untuk menghadirkan produk dengan karakteristik yang lebih spesifik. Hal ini penting karena kebutuhan konsumen tidak selalu dapat dipenuhi oleh satu jenis pomade konvensional.
Sebagian pria menginginkan rambut yang tetap tertata sepanjang aktivitas, tetapi tidak terasa terlalu kaku. Konsumen lain mungkin lebih menyukai kombinasi tekstur natural dan kilau tipis untuk menunjang penampilan profesional.
Untuk mengembangkan produk hybrid, tentukan terlebih dahulu kebutuhan target pasar. Setelah itu, diskusikan karakteristik formula yang ingin dicapai, seperti tingkat hold, hasil akhir, aroma, tekstur, dan kemudahan pembersihan.
Perlu diingat, istilah hybrid pomade bukan kategori formula yang memiliki satu standar universal. Karena itu, spesifikasi produk perlu dijelaskan secara jelas agar konsumen memahami manfaat dan karakteristiknya.
Tips Mengembangkan Produk Pomade untuk Brand Grooming
Mengenal berbagai jenis pomade saja belum cukup untuk membangun produk yang kompetitif. Anda juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pasar, keunikan produk, dan strategi pemasaran.
Berikut beberapa hal yang bisa menjadi panduan:
- Tentukan target konsumen. Apakah produk ditujukan untuk pria profesional, mahasiswa, penggemar gaya klasik, atau konsumen yang menyukai tampilan natural?
- Pilih karakteristik formula. Tentukan tingkat hold, hasil akhir, tekstur, aroma, dan kemudahan pembersihan yang ingin ditawarkan.
- Perhatikan kemasan. Pilih kemasan yang praktis, sesuai dengan karakter formula, dan mendukung identitas visual brand.
- Lakukan evaluasi sampel. Uji kenyamanan aplikasi, hasil penataan, stabilitas, dan kesesuaian produk dengan konsep yang ditentukan.
- Bangun identitas merek. Gunakan nama produk, desain, dan komunikasi pemasaran yang konsisten dengan target pasar.
- Pastikan persyaratan legalitas. Produk kosmetik yang diedarkan harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan notifikasi BPOM dan ketentuan halal yang relevan.
Dengan perencanaan tersebut, Anda dapat menentukan jenis pomade yang paling sesuai untuk dijadikan produk unggulan maupun bagian dari rangkaian grooming pria.
Wujudkan Brand Pomade Anda Bersama PT Diva Asia Kosmetika

Ingin memiliki produk pomade dengan merek sendiri? Maklon pomade bersama PT Diva Asia Kosmetika dapat menjadi pilihan untuk membantu Anda merencanakan pengembangan produk grooming pria.
Dengan MOQ mulai dari 2.000 pcs, Anda dapat mendiskusikan konsep pomade sesuai kebutuhan pasar, mulai dari karakteristik formula, tingkat daya tahan, hasil akhir, aroma, hingga pilihan kemasan yang mendukung identitas brand.
Sebelum produksi massal, pastikan spesifikasi produk, biaya, waktu pengerjaan, serta cakupan layanan disepakati dengan jelas. Anda juga perlu memastikan pemenuhan persyaratan notifikasi BPOM dan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku untuk produk yang akan dipasarkan.
Jangan lewatkan peluang mengembangkan bisnis grooming pria! Konsultasikan kebutuhan maklon pomade Anda bersama tim sales PT Diva Asia Kosmetika untuk mengetahui pilihan pengembangan produk dengan MOQ mulai dari 2.000 pcs. Saatnya membangun brand pomade yang memiliki karakter kuat, sesuai target konsumen, dan siap bersaing di pasar grooming.
